Kota Salatiga merupakan sebuah kota yang dulunya terkenal sangat sulit mendapatkan air bersih. Namun, seiiring dengan berjalannya waktu permasalahan akan air bersih teratasi dengan dibuatkannya sebuah sumur resapan atau banyak orang mengenalnya dengan air sanitasi.



Tepat pada tanggal 10 – 12 Maret 2020, Saya bersama rekan blogger, vlogger dan rekan media mendapatkan undangan kunjungan langsung untuk melihat sumur resapan dari USAID IUWASH PLUS untuk melihat lebih dekat  Sumur Resapan yang telah dibuat di kota Salatiga.

Dihari pertama kami semua diajak pergi ke wilayah kelurahan Randu Acir, Kota Salatiga untuk melihat secara langsung sumur resapan pertama yang dibuat oleh warga setempat dibantu oleh pemerintahan kota Salatiga.



Sumur Resapan yang berada di salah satu rumah lingkungan warga di kelurahan Randu Acir ini sangat membantu dalam mendapatkan air besih setiap kali mesin penghujan datang. Semakin tinggi curah hujan yang masuk ke dalam sumur resapan, Semakin besar debit air bersih yang di dapatkan. Sehingga warga di kelurahan Randu Acir sekarang tidak perlu khawatir dengan permasalahan air besih lagi.



Selanjutnya, Perjalanan di lanjutkan ke Mata Air Senjoyo kurang lebih 30 menit perjalanan jika tidak salah perhitungan saya. Disini kami semua melakukan kunjungan untuk melihat langsung pusatnya sumur resapan di kota Salatiga.



Sesampainya di Mata Air Senjoyo kami semua disajikan dengan pemandangan wisata air yang sangat indah, Terdapat tempat permainan untuk anak anak cocok untuk dikunjungi sebagai tempat rekreasi keluarga. Tidak lama kemudian kami semua diajak berdikusi dan diceritakan sejarah mengenai sumur resapan di mata Air Senjoyo.



Dimana air resapan atau air sanitasi di Mata Air Senjoyo sudah ada sejak tahun 1921 hingga sekarang. Bahkan tempat ini dijadikan salah satu sumber baku utama PDAM Kota Salatiga untuk menyediakan serta mengalirin air bersih ke rumah rumah warga.



Buat yang belum mengetahui, Mata Air Senjoyo terletak di kaki Gunung Merbabu dengan wilayah resapan membentang kea rah lereng tenggara Gunung Merbabu dengan variasi tata guna lahan berupa permukiman, kebun rakyat, sawah, tegalan, dan juga lading dibagian hulu.

Perjalanan di hari pertama pada tanggal 10 Maret 2020 pun selesai, Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan keesokan harinya dengan menghadari kunjungan ke salah satu kampus yang terkenal dengan peduli akan ramah lingkungannya bernama IAIN Salatiga.



Singkat cerita, Di IAIN Salatiga kita semua mengikuti sebuah Seminar yang dihadiri oleh salah satu perwakilan dari USAID IUWASH PLUS, Rektor IAIN, dan Walikota Salatiga. Dalam Seminarnya menjelaskan beberapa point penting seperti, Betapa pentingnya program Air Sanitasi yang dilakukan oleh USAID IUWASH PLUS, Jumlah sumur resapan yang sudah dibuat di kota salatiga hingga program pembuatan sumur resapan yang dilakukan oleh kampus IAIN Salatiga.



Setelah sesi Seminar selesai, dilanjutkan dengan acara peletakan batu pertama untuk peresmian program 10 sumur resapan yang dibuat oleh kampus IAIN Salatiga. Tentunya pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap dan didukung dengan kerjasama dari USAID IUWASH dan Dinas Lingkungan Hidup.



Kesimpulan




Dengan adanya air sanitasi sumur resapan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air besih di kota salatiga dan kedepannya beberapa wilayah di kota – kota besar dapat mengikuti program tersebut sehingga setiap kali hujan airnya dapat masuk ke dalam sumur resapan dan berubah menjadi air bersih.

Artikel Terkait:

Silakan pilih sistem komentar anda ⇛   

0 komentar untuk Melihat Sumur Resapan Lebih Dekat bersama USAID IUWASH PLUS di Kota Salatiga